AC Mengeluarkan Air: 7 Penyebab dan Cara Memeriksanya
Air yang menetes dari unit indoor AC, entah dari bagian bawah bodi, dari louver (sirip pengarah udara), atau dari pipa, bukan kondisi normal. Saat bekerja, AC memang menghasilkan air kondensasi, tetapi air itu seharusnya mengalir lewat selang pembuangan ke luar ruangan, bukan jatuh ke lantai.
Artikel ini membantu Anda mengetahui penyebabnya dengan urutan pemeriksaan dari yang paling mudah dan aman.
Sebelum Memeriksa: Langkah Keselamatan
- Matikan AC dari remote, lalu cabut steker atau matikan MCB sebelum menyentuh unit indoor.
- Jika air menetes ke arah stopkontak, kabel, atau perangkat listrik lain, jauhkan perangkat tersebut dulu.
- Jangan membuka panel dalam yang berisi papan elektronik (PCB).
Cek Cepat: Gejala dan Kemungkinan Penyebabnya
| Gejala | Kemungkinan penyebab | Tindakan awal |
|---|---|---|
| Menetes dari bodi indoor, selang di luar kering | Selang tersumbat atau salah kemiringan | Cek selang, panggil teknisi untuk pembersihan |
| Ada es di pipa atau sirip, lalu menetes saat mencair | Evaporator membeku | Mode FAN, bersihkan filter |
| Menetes dari pipa antara indoor dan outdoor | Isolasi (busa) pipa rusak | Bungkus ulang pipa dengan isolasi pipa AC |
| Menetes dari louver, hembusan terasa basah | Udara ruangan sangat lembap atau filter kotor | Tutup pintu dan jendela, bersihkan filter |
1. Filter Udara Kotor
Filter yang tertutup debu membuat aliran udara ke evaporator berkurang. Evaporator jadi terlalu dingin, lalu uap air membeku di permukaannya. Ketika es mencair, jumlah air melebihi kapasitas bak penampung dan menetes keluar.
Cara memeriksa: buka panel depan, tarik filter, dan lihat apakah lubang-lubangnya tertutup lapisan debu. Cara membersihkan: siram dengan air biasa (bukan air panas), sikat lembut bila perlu, lalu keringkan di tempat teduh sampai benar-benar kering sebelum dipasang lagi. Untuk AC yang dipakai setiap hari, pembersihan setiap 2 sampai 4 minggu umumnya sudah cukup.
2. Selang Pembuangan Tersumbat
Selang pembuangan dapat tersumbat lumut, lendir, debu, atau serangga kecil. Air kondensasi lalu tertahan di bak penampung dan meluap lewat bodi indoor.
Tanda-tandanya: AC sudah menyala lebih dari 15 menit tetapi tidak ada air keluar dari ujung selang, atau air hanya keluar menetes sangat pelan. Kadang terdengar bunyi gemericik dari dalam unit indoor.
Yang aman dilakukan sendiri: periksa ujung selang di luar ruangan, pastikan tidak tertutup tanah, terlipat, atau terendam genangan. Pembersihan bagian dalam selang sebaiknya dilakukan teknisi, karena biasanya memakai pompa atau kompresor.
3. Kemiringan Selang yang Salah
Air hanya mengalir karena gravitasi. Selang pembuangan harus turun terus ke arah ujung keluar, tanpa bagian yang menanjak, tertekuk, atau melengkung seperti huruf U, karena air akan menumpuk di titik tersebut. Ujung selang juga tidak boleh terendam air.
Masalah ini sering muncul pada AC yang baru dipasang atau dipindahkan.
4. Posisi Unit Indoor Tidak Sesuai
Unit indoor sebaiknya dipasang rata, atau sedikit lebih rendah di sisi tempat selang pembuangan keluar, sehingga air mengalir ke arah selang. Unit yang miring ke sisi sebaliknya akan membuat air meluap lewat bagian depan atau samping.
Pengecekan kemiringan memakai waterpass dan perbaikan posisi sebaiknya dilakukan teknisi.
5. Evaporator Membeku
Selain filter kotor, evaporator bisa membeku karena kipas indoor yang lemah, freon yang kurang akibat kebocoran, atau suhu diatur terlalu rendah di ruangan yang sangat lembap.
Yang bisa dilakukan:
- Matikan mode cool, nyalakan mode FAN selama 30 sampai 60 menit sampai es mencair.
- Bersihkan filter selagi menunggu.
- Nyalakan lagi mode cool. Jika es muncul kembali dalam waktu singkat, ada masalah pada kipas atau freon.
Jangan menambah freon sendiri. Freon yang kurang berarti ada kebocoran yang perlu dicari dan diperbaiki lebih dulu.
6. Isolasi Pipa Rusak atau Terlepas
Pipa freon yang dingin akan berembun jika busa isolasinya mengelupas, robek, atau tidak terpasang rapat. Embun itu menetes dan sering disangka AC bocor. Pipa yang berembun biasanya terlihat basah di sepanjang jalurnya, dan tetesan jatuh di sekitar sambungan pipa atau di dinding di bawahnya.
Solusinya mengganti atau membungkus ulang dengan isolasi pipa AC, termasuk pada sambungan.
7. Bak Penampung dan Evaporator Kotor
Debu yang menempel bersama uap air membentuk lendir di bak penampung dan sirip evaporator. Lendir ini menyumbat aliran air dari dalam. Pencucian unit indoor secara berkala, kira-kira setiap 3 sampai 6 bulan untuk pemakaian rutin, membantu mencegahnya.
Kapan Harus Memanggil Teknisi?
- Air tetap menetes setelah filter bersih dan selang diperiksa.
- Es muncul lagi dalam waktu singkat setelah mencair.
- Air berbau, berwarna keruh, atau menetes dekat kabel dan stopkontak.
- AC membuat MCB turun atau terdengar suara tidak biasa.
Sampaikan kepada teknisi hasil pemeriksaan yang sudah Anda lakukan, misalnya apakah ada es, dari bagian mana air menetes, dan sudah berapa lama masalah ini terjadi. Informasi ini mempercepat diagnosis.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apakah AC boleh dinyalakan saat menetes? Sebaiknya jangan dibiarkan lama. Air bisa merusak lantai dan plafon, dan jika penyebabnya es, evaporator yang terus membeku membuat kompresor bekerja lebih berat.
Apakah tetesan dari selang di luar normal? Ya, air yang keluar dari ujung selang pembuangan saat AC menyala adalah kondensasi yang normal.
Apakah isi freon bisa menghentikan tetesan? Hanya jika penyebabnya memang kekurangan freon, dan itu menandakan kebocoran yang harus diperbaiki lebih dulu. Penyebab tetesan paling sering justru filter dan selang yang kotor.
ULYA SERVICE melayani pemeriksaan dan perbaikan AC, TV, kulkas, dan mesin cuci. Informasi layanan ada di halaman Layanan, dan untuk konsultasi hubungi kami lewat halaman Kontak.
Lokasi ULYA SERVICE ELEKTRONIK:
Komentar
Posting Komentar