“Cara Merawat Mesin Cuci agar Awet dan Tidak Cepat Rusak”
Mesin cuci bekerja dengan air, sabun, putaran, dan beban pakaian sekaligus, jadi kerusakannya biasanya datang dari kebiasaan sehari-hari: cucian terlalu penuh, deterjen berlebihan, filter tersumbat, atau mesin berdiri tidak rata. Artikel ini membahas perawatan yang bisa Anda lakukan sendiri, dan tanda kapan mesin perlu diperiksa teknisi.
Keselamatan Dulu
- Cabut steker dan tutup keran air sebelum membersihkan filter atau melepas selang.
- Siapkan baskom dan lap, karena air sisa bisa keluar saat filter dibuka.
- Jangan membuka panel yang berisi papan elektronik atau kabel.
1. Jangan Melebihi Kapasitas
Cucian yang terlalu penuh membuat putaran berat, pakaian kurang bersih, dan motor serta bantalan bekerja lebih keras. Pada mesin bukaan depan, sisakan ruang selebar kepalan tangan di bagian atas drum. Pada mesin bukaan atas, ikuti batas isi yang tertera pada tabung. Bagi cucian secara merata agar tidak menumpuk di satu sisi.
2. Periksa Saku Sebelum Mencuci
Koin, kunci, klip, dan kawat bra bisa masuk ke sela drum dan menyumbat pompa pembuangan. Benda kecil adalah penyebab yang cukup sering ditemukan saat filter pembuangan dibuka.
3. Pakai Deterjen yang Tepat dan Secukupnya
- Mesin bukaan depan memerlukan deterjen yang berbusa sedikit (biasanya tertulis untuk mesin front loading).
- Ikuti takaran di kemasan. Deterjen berlebihan menghasilkan busa banyak yang mengganggu pembilasan dan pembuangan air, dan sisanya menumpuk menjadi lendir yang berbau.
4. Bersihkan Filter
Mesin cuci biasanya punya dua filter yang perlu dibersihkan secara berkala, kira-kira 1 sampai 3 bulan sekali, tergantung pemakaian.
- Filter pembuangan. Pada mesin bukaan depan, biasanya ada panel kecil di bagian bawah depan. Buka pelan-pelan di atas baskom, lalu bersihkan kotoran dan benda kecil yang tertahan. Pada mesin bukaan atas, ada saringan serabut atau jaring di dalam tabung.
- Saringan selang air masuk. Lepas selang dari mesin dan bersihkan saringan kecil di ujungnya dengan sikat lembut. Saringan yang tersumbat membuat air masuk pelan atau tidak masuk.
5. Bersihkan Tabung dan Karet Pintu
Gunakan program pembersih tabung (Tub Clean atau sejenisnya) bila tersedia, atau pembersih khusus mesin cuci. Cek buku manual karena tidak semua pabrikan menyarankan cuka atau pemutih. Pada mesin bukaan depan, lap karet pintu setelah dipakai, lalu biarkan pintu sedikit terbuka agar bagian dalam kering dan tidak berbau apek.
6. Pastikan Mesin Berdiri Rata
Mesin yang miring akan bergetar dan bergeser saat memeras. Gunakan waterpass kecil, lalu setel kaki penyetel sampai rata dan tidak goyang saat didorong. Pada mesin baru, pastikan baut pengaman pengiriman di bagian belakang sudah dilepas.
7. Periksa Selang dan Tutup Keran
Periksa selang air masuk dan selang buang. Cari retakan, bagian yang menggembung, atau sambungan yang basah. Pastikan selang buang tidak tertekuk. Tutup keran air bila mesin akan ditinggal lama.
Gejala Umum dan Pemeriksaan Awal
| Gejala | Yang bisa dicek dulu |
|---|---|
| Tidak mau mulai | Steker, pintu atau tutup tidak menutup rapat, tombol kunci anak |
| Air tidak masuk atau sangat pelan | Keran terbuka penuh, saringan selang masuk, tekanan air |
| Air tidak terbuang | Filter pembuangan, selang buang tertekuk atau tersumbat |
| Getaran keras saat memeras | Posisi tidak rata, cucian menumpuk satu sisi, baut pengaman pengiriman |
| Bau apek | Karet pintu, sisa deterjen, pintu terus tertutup |
| Muncul kode error | Lihat arti kode di buku manual untuk merek Anda |
Kapan Memanggil Teknisi
- Air bocor dari bagian bawah mesin, bukan dari selang atau pintu.
- Bau terbakar atau MCB turun saat mesin menyala.
- Suara logam keras saat drum berputar, atau motor berdengung tetapi drum tidak berputar.
- Gejala tetap ada setelah pemeriksaan di atas.
Panduan perawatan perangkat lain ada di artikel Panduan Merawat Peralatan Elektronik Rumah.
ULYA SERVICE melayani pemeriksaan dan perbaikan mesin cuci. Untuk konsultasi, hubungi kami lewat halaman Kontak.
Komentar
Posting Komentar